Minggu, 25 Maret 2012

Resensi Film 'A Beautiful Mind'

     Film ini telah memenangkan academy Award dan dibintangi oleh Russel Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, dan Paul Bettany

    Film yang mengisahkan tentang seorang Matematikawan bernama John Nash yang mengalami penyakit skizofrenia ini diperankan oleh Russel Crowe sebagai pemeran utamanya. John Nash adalah seorang matematikawan handal yang sangat percaya dengan angka, bahkan dia memodelkan kehidupan dengan matematika.




     Film ini diawali dari kisahnya saat menjadi mahasiswa di Princeton University. Dia adalah mahasiswa yang unik, tidak suka dengan buku, kelas, dan sering membolos karena menurutnya itu bisa mengganggu kreatifitas dan keaslian idenya. Dalam perjalanan hidupnya dia dihadang oleh sebuah penyakit psikologis, yaitu skizofrenia. Orang yang mengalami penyakit ini tidak suka bersosialisasi, apatis, dan tidak bisa membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Penyakit ini semakin parah ketika dia bekerja di Wheller Defense Lab di MIT, sebuah pusat penelitian bergengsi. 
 
     Suatu ketika dia dipanggil ke Pentagon untuk memecahkan kode rahasia. Selepas dari pentagon dia bertemu dengan orang 'halusinasi' yang mengajaknya bekerja sebagai mata-mata. Dalam fantasinya ia seolah-olah berada dalam keanggotaan rahasia (intel) departemen pertahanan Amerika Serikat yang sedang melakukan spionase ataupun pelacakan terhadap pemboman yang akan dilakukan Rusia. 

      Alicia istrinya menyadari tingkah laku suaminya yang aneh, dan akhirnya John Nash dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pengobatan. Pada awalnya pengobatan tersebut berhasil, namun akhirnya John Nash kembali berhalusinasi dan semakin parah. Istrinya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran membantu agar suaminya dapat sembuh.
 
      Digambarkan pula bahwa perhatian dari orang-orang terdekatlah yang bisa membantu pengidap penyakit ini agar bisa sembuh. Seiring dengan waktu, John Nash akhirnya berhasil mengatasi kelainannya itu meskipun dia masih sering bertamu dengan halusinasinya, tapi dia mengabaikan mereka.

     Di akhir kisah, John Nash diberkahi penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi di Swedia pada tahun 1994 untuk teori ekulibriumnya yang banyak berjasa pada teori-teori ekonomi. Ia menutup penganugerahan tersebut dengan mengatakan: “Aku selalu percaya akan angka. Dalam persamaan dan logika, yang membawa pada akal sehat. Tapi setelah seumur hidup mengejar, aku bertanya, apa logika sebenarnya? Siapa yang memutuskan apa yang masuk akal? Pencarianku membawaku ke alam fisik, metafisik, delusional. Telah kudapatkan penemuan penting dalam karirku, hidupku. Hanya dipersamaan misterius cinta, alasan logis bisa ditemukan”.

      Film ini sangat saya rekomendasikan untuk dinonton oleh pembaca, mampu membuka wawasan kita dan memberikan penyadaran tentang pentingnya sosialiasi dan peran orang-orang terdekat kita.

0 komentar:

Poskan Komentar