By : Agus R. Sarjono
Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru.
Tampilkan postingan dengan label Zona Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Desember 2011
Rabu, 31 Agustus 2011
kenapa "hanya" jadi guru?
![]() | ||
By Iwan Syahril, 28/2/2011
kenapa "hanya" jadi guru? tanya mereka
bukankah kau bisa jadi insinyur yang mahsyur?
bikin bangunan megah dengan arsitektur yang wah
bangun jembatan penghubung ribuan pulau nusantara dan dunia
kenapa "hanya" jadi guru? tanya mereka
bukankah kau mampu menjadi dokter yang ternama
keluarga kan terpandang
harta benda berkelimpahan
Langganan:
Postingan (Atom)



